di ruang bernama “kita, aku dan kamu”
mungkin kita jarang untuk saling berucap di dunia nyata
berjarak, seolah dibatasi oleh sekat
entah karena malu atau canggung
tapi aku percaya, saat Tuhan memberikan ruang hanya di antara kita berdua, ya aku dan kamu,
jarak itu mendekat, sekat pun runtuh
ada kehangatan dari percakapan yang kita rangkai
walau sedikit dibalut oleh rasa malu
biarlah hanya Tuhan, aku, dan kamu yang tahu
seperti apa percakapan yang kita rangkai
dalam sebuah ruang yang telah Tuhan sediakan
untuk kita, ya, aku dan kamu..
aku tak tahu, seperti apa ujung dari rangkaian percakapan ini
sebab, ucapanmu terkadang membuatku bertanya-tanya (?)
aku hanya berusaha
aku hanya berharap
aku hanya berdoa
semoga kamu pun merasakan apa yang kurasakan
agar rangkaian percakapan di ruang yang telah Tuhan sediakan untuk kita
berujung pada kebahagiaan dan kesempurnaan
bila telah tiba saatnya,
kita, ya, hanya aku dan kamu,
berikrar di bawah nama Tuhan yang Maha Pengasih
untuk saling setia dan mengasihi
memulai kembali rangkaian percakapan kita
dalam sebuah ruang yang telah diberkahi Tuhan
dengan curahan kasih sayang-Nya
hanya untuk kita berdua, aku dan kamu..
28/12/12