air mata
suatu hari, ada temanku yang menangis. dia seorang cewek. entah apa yang dia tangisi. tapi dari air matanya yang terus bercucuran keluar, aku paham dia sedang sedih. mungkin ada masalah yang berat. dia terus curhat kepada temannya yang lain, sementara itu aku melihatnya dari kejauhan. aku pikir biarkan saja dulu dia seperti itu, baru setelah tenang aku dekati. aku awalnya menerka saja apa yang dia tangisi. apakah dia sedih karena keluarganya harus pindah dan meninggalkan kampung halamannya beserta seluruh kenangannya? kebetulan saat itu keluarga dia akan pindah dari Padang ke Jakarta. sebelumnya dia cerita bahwa dia sedih meninggalkan tempat kelahiran beserta teman-temannya. apakah itu alasannya? sekali lagi aku hanya bisa menerka..
akhirnya tak tahan juga membendung rasa penasaran itu..aku mencoba bertanya pada salah satu temanku tentang alasan mengapa dia menangis. jawaban dia membuatku terkejut dan jauh dari apa yang sebelumnya aku terka.
“dia itu baru sadar kalo suka sama salah satu temen cowoknya setelah temennya itu agak menjauh karena udah nemu cewek yang disukai. padahal mereka itu deket banget..”
oh ternyata begitu..aku tertegun. padahal aku tahu seperti apa sifat dia dan apa yang pernah diucapkan olehnya. “gue paling males kalo ada cowok yang suka sama gue. pasti gue jauhin. gue juga ga terlalu minat ngecengin cowok sampe pengen pacaran”. iya, aku tahu dia itu cuek dan punya pikiran seperti itu sejak dia lulus SMP. tapi hari itu aku melihatnya seperti seorang cewek sungguhan (emang cewek beneran sih). lembut dan tersentuh oleh perasaan semacam itu (baca: cinta).
setelah tenang, temanku yang tadinya menangis itu melanjutkan ceritanya. kini, aku ikut mendengarkannya. dari ceritanya, aku jadi paham bahwa teman cowoknya itu begitu spesial. dia adalah seorang sahabat yang berarti bagi temanku itu. dia memberikan semacam perhatian kepada temanku, entah disadari atau tidak disadarinya. temanku menjadi merasa terlindungi dan mendapatkan perhatian. secara tidak sadar, perasaan suka muncul dari relung hatinya dan mencairkan idealismenya. sayangnya, dia terlambat untuk menyadari perasaan itu karena akhirnya teman cowoknya menemukan tambatan hati yang lain. okay, i’ve understood..
setelah mendengar ceritanya, aku menjadi galau..kembali merenungi masa laluku. aku selalu menemui kebuntuan dan kegagalan setiap kali menyatakan perasaanku. aku jadi berpikir, apakah di suatu tempat di dunia ini ada seorang cewek yang menangis karena memikirkan aku? (exclude, my mom) haha, ngarep. entahlah, aku tidak tahu. satu hal yang aku sadari sekarang, mungkin aku memang belum pantas..
“yes, i do regret, how i let my self let you go”-Katy Perry ‘Thinking of You’
