miracle of universe

#PrayForDerry

Rabu malam, 20 April 2011

Ada sebuah pesan singkat masuk ke telepon genggamku. Pengirimnya adalah teman waktu SMA. Tumben sekali dia mengirim pesan singkat kepadaku karena sudah lama aku tidak berkomunikasi dengannya. Kira-kira ada apa dia mengirim pesan singkat kepadaku?

“Assalamualaikum..Mohon doanya untuk kesembuhan Derry Julyansyah yang sedang koma di ICU RS Borromeus karena gejala leukimia dan pendarahan di otak.. *send all”

HAH? Derry? Iya, aku tahu dia adalah teman waktu SMA juga, meskipun tidak terlalu kenal baik. Hal yang aku ingat dari dia adalah perawakan yang tinggi dan langsing, kulitnya coklat, dan sering bertanya kepadaku, “Mad, ada si Dimas enggak?” Astaghfirullah, sejak kapan dia punya penyakit separah itu? Aku sungguh tidak menyangka..Aku membalas pesan singkatnya dengan kekhawatiran dan kesembuhan untuknya.

Sekitar pukul 22.19, temanku yang lain, Achmad Nurhidayat mengirim chat lewat Facebook. Dia meminta doa untuk kesembuhan Derry. Dia adalah teman satu kampusnya sekaligus teman sepermainan yang pertama kali mengetahui kabar sakitnya Derry. Ternyata Derry sakitnya mendadak pada hari Rabu itu juga. Setelah muntah-muntah pada pagi hari, dia tak sadarkan diri dan segera dibawa ke RS Borromeus. Sekitar Pukul 11 siang, temanku yang biasa dipanggil Dayat ini mendapatkan kabar bahwa Derry koma dan pukul 14 siang mendapatkan kabar lagi bahwa dia divonis mengalami leukimia dan pendarahan di otak. Menurut dokter, operasi harus segera dilaksanakan. Sayangnya jumlah trombositnya kurang sehingga operasi tidak bisa dilaksanakan. Alat pernafasan sudah dipasang untuk membantunya bertahan hidup.

Rencananya aku dan beberapa temanku akan menjenguknya hari Jumat. Inginnya sesegera mungkin menjenguk tapi hari Kamis padat dengan perkuliahan. Ruangan tempat perawatannya pun sudah diberi tahu, ICU Gedung Yosef Lantai 4…

Iringan doa untuk kesembuhannya mengalir dari teman-teman, guru-guru, dan keluarganya malam itu..

Kamis Pagi, 21 April 2011

“Mad, Derry sudah meninggal..”

Kullu nafsin dzaa iqatul maut, Innalillahi wa inna ilaihi rajiun

Pagi itu mendung seolah menandakan adanya kabar duka..Ternyata memang benar. Dayat menelopon dan memberi kabar duka itu sekitar pukul 6.30 pagi. Derry menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 5.15 pagi. Segera setelah selesai kuliah nanti, aku ingin melayatnya. Ternyata itu pun tidak bisa kulakukan. Dia akan dimakamkan di Pekanbaru, kota tempat asalnya, dan diterbangkan kesana hari itu juga. Beberapa teman sempat melayatnya di tempat persemayaman RS Borromeus sebelum Derry diberangkatkan menuju Pekanbaru pada pukul 11 siang. Maaf ya Der..

Ada cerita haru yang kudengar dari Dayat sebelum ajal menjemput Derry. Saat itu Derry sudah koma dan tidak sadarkan diri. Namun hanya panggilan ibunya yang mampu membuat Derry yang sedang koma itu menangis. Mungkin inilah yang kita sebut ikatan batin antara seorang ibu dan anak. Panggilan tulus dan kasih sayangnya menembus alam bawah sadarnya..

Kamis sore itu aku membuka Facebook dan melihat profil dia. Banyak ucapan duka cita disampaikan teman-temannya di wall-nya. Derry tidak akan mungkin lagi bisa membuka Facebook. Bukan profil Facebook-nya yang di-deactivated. Tapi, dialah yang sudah di-deactivated oleh Allah, sang pemilik nyawa makhluk-Nya, dari kehidupan dunia yang fana ini.

Lalu, aku pun menuliskan ucapan duka citaku di wall-nya..

der, aku tau kamu ga bakal mungkin buka fb ini lagi dan membaca semua ungkapan duka cita untukmu..tapi semoga semua wall duka cita ini sampai ke tempatmu berada sekarang..

aku gak terlalu kenal kamu waktu sma, tapi kamu tetap temanku. aku kaget tadi malam dapet sms kalo kamu lg mengalami sakit seperti itu dan sekarang sudah meninggalkan dunia ini…aslinya gak nyangka. aku cuma bisa berdoa semoga Allah menerima segala ibadahmu dan kamu diterima di sisi-Nya..semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan semasa hidupmu,amin..selamat jalan Derry, semoga tenang di alam barumu..

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, ya Allah sampaikan doa dan salam kami untuknya, amin..*maaf ya der ga sempet ngelayat kamu :’(

Bayanganmu saat SMA dan bertanya kepadaku, “Mad, si Dimas ada enggak?” terbayang dalam benakku. Selamat jalan Derry..Aku tak tahu apa yang kamu lakukan di dunia yang barumu sekarang. Tapi, aku berdoa semoga kamu bahagia di alam sana..amin

 






Page 1 of 1
Theme by maggie. Runs on Tumblr.