miracle of universe

ketawa ala tim “campur sari!” (unfinished story)

Minggu, 17 Oktober 2010

Kemarin adalah hari terakhir PFS (Pengenalan Fakultas Sastra) 2010. Semacam ospek di Fakultas Sastra Unpad gitu. Tak terasa sudah sebulan berlalu bersama panitia dan teman-teman “senasib sepenanggungan” yang ikut merasakan suka duka di PFS. Ada rasa senang dan sedih bercampur aduk waktu aku menyadari PFS akan segera berakhir. Senangnya sih karena akhirnya acaranya beres, sedihnya karena mengingat semua hal yang sudah aku alami bareng teman-teman dan panitia, terutama bareng kelompok 9 Nawal El-Saadawi dan PK-nya, Kang Rizky. Hari terakhir PFS benar-benar mengesankan dan ada banyak hal yang ingin aku ceritakan tentang hal-hal yang aku alami kemarin.

Kemarin pagi, seperti biasa maba sastra ngumpul di gerbang lama Unpad pada pukul 6 pagi. Seperti biasanya juga di sana kami dibariskan oleh timdis yang tentunya disuruh berakting memasang wajah cemberut dan gak enak (banget) buat dilihat, haha. Mereka selalu mencari dan mengomentari celah kelemahan apapun dari maba agar mereka bisa membentak kami. Tapi, bentakan dan pandangan tajam setajam silet pada hari terakhir sedikit berbeda dari hari-hari sebelumnya. Setelah berbaris seorang timdis (teteh pakai kacamata dan salah satu tergalak) bertanya, “DI SINI ADA YANG SAKIT?”. Karena tidak sakit ada yang sakit yaa semuanya diam aja. Kemudian dia melanjutkan lagi pernyataan dengan suara lantang yang membuatku terkejut!

“HARI INI TIM MEDIK LIBUR KARENA CAPE! KALAU ADA YANG SAKIT, LAPOR KE TIMDIS!”

HAA? Damn! Saat itu aku berharap (sebenernya sih jangan sampai-istighfar) ada maba yang punya penyakit asma berat, lalu penyakitnya kambuh, dan membuat semua panitia kelabakan (untung saja enggak ada yang seperti itu). Hal yang lebih konyol adalah saat teman-teman yang terlambat datang akan memasuki barisan. 

“WOI, SIAPA SURUH MASUK BARISAN? KE SINI DULU!” kata salah satu timdis. Mereka yang telatpun maju ke depan. 

“SEKARANG, SAMBUT TEMAN-TEMAN YANG TERLAMBAT INI DENGAN GAYA MISS UNIVERSE!”

Jleguur, perintah macam apa ini? Maksudnya gaya miss universe adalah gaya melambaikan tangan seperti yang ada di acara pemilihan miss universe. Maba sebagai objek penderita yaa nurut aja mengikuti apa kata mereka (tepatnya mengikuti skenario).

“PAGI, TEMAN-TEMAAAN~” (gaya miss universe). Rasa malu bertambah kala mahasiswa dari jurusan lain, tukang ojek, orang-orang yang sedang jogging, dan semua orang lain yang tidak berhubungan dengan ospek ikut melihat dan menertawakan tingkah kami. Apakah keanehan di pagi itu sudah berakhir? BELUM! Salah satu timdis (teteh bertubuh kurus tinggi dan berbehel) menyuruh kami melakukan apa yang tak pernah dilakukan pada pekan-pekan sebelumnya.

“SEKARANG, SAYA MINTA KALIAN SENYUM 3 JARI! SENYUM!”

Apaan sih ini? Justru aku malah ingin ketawa dengan perintah-perintah ini, haha. Ada juga yang kebingungan dengan situasi ini dan gak tahu ekspresi apa yang harus dilakukan. Ujung-ujungnya ada maba yang diam dan berekspresi datar. Kelihatan ada yang pasang ekspresi datar, teteh bertubuh kurus itu dan Kang Nanda (salah satu timdis) langsung meluncurkan perkataan yang bisa meledakkan hati orang (lebay).

“KALIAN INI DISURUH SENYUM MALAH DIAM! DI SINI GAK ADA YANG CEMBERUT! MAU MENYAINGI TIMDIS? SENYUMNYA 3 JARI! MAU SAYA UKUR 3 JARI? [sambil mengacungkan 3 jari]”…. 

disimpan di draft hampir 9 bulan..sekarang sudah mau memasuki tahun ajaran baru, hahaha.  tahun ini nama PFS diganti jadi Ramayana. ya sudah, biarkan cerita ini di-post meskipun belum selesai~ #unfinished  

 






Page 1 of 1
Theme by maggie. Runs on Tumblr.